Tampilkan postingan dengan label Berita Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Teknologi. Tampilkan semua postingan

31 Maret 2013

Ini Dia Tempat Pembuatan Efek Visual Film-film Hollywood

Ilustrasi efek visual digital
Pembuatan film Hollywood yang menampilkan efek visual mengagumkan tentunya melibatkan banyak aspek. Salah satunya adalah terkait penyimpanan dan pengelolaan efek visual yang kompleks.

Sektor ini memang jarang disoroti orang, padahal perannya sangat penting dalam rantai perjalanan sebuah film hingga sampai bisa disaksikan penonton di bioskop.

Soho VFX merupakan salah satu studio pasca-produksi efek visual yang berbasis di Toronto yang juga cukup sering terkait dalam program film-film Blockbuster.

Didirikan pada tahun 2002 oleh Allan Magled, Berj Bannayan dan Mike Mombourquette, Soho VFX adalah media house dengan layanan untuk animasi 3D dan compositing.

Daftar penghargaan untuk efek visualnya cukup panjang dan mengesankan. Di antaranya adalah X-Men Origins: Wolverine, The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch and the Wardrobe, The Twilight Saga: Breaking Dawn – Bagian 1 dan Bagian 2, dan Rise of the Planet of the Apes untuk 20th Century Fox.

Proyek-proyek studio Soho VFX saat ini yang dijadwalkan untuk tayang di bioskop pada tahun 2013 dan 2014 adalah: 47 Ronin, Robo Cop, The Secret Life of Walter Mitty, dan Jack the Giant Slayer untuk Warner Brothers.

Dengan perannya yang cukup strategis tersebut, Soho VFX tentunya membutuhkan semacam 'gudang' digital untuk menyimpan dan mengelola efek visualnya yang sangat kompleks.

Dalam proses pasca-produksi, beberapa terminal dibutuhkan untuk menangani sejumlah besar data gambar dengan cepat dan efisien, menempatkan permintaan yang tinggi pada kinerja keseluruhan infrastruktur TI Soho VFX.

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, Soho VFX menggunakan platform Hitachi Data Systems untuk menyimpan dan mengelola data gambar yang besar dan membuatnya aman dan dapat diakses dengan cepat.

Kemampuan-kemampuan tersebut diklaim dapat menurunkan total biaya kepemilikan (TCO), migrasi data yang lebih cepat, dan memungkinkan pengulangan adegan film yang lebih banyak karena pengiriman diselesaikan lebih cepat.

"Hubungan kami dengan Soho VFX menunjukkan pentingnya infrastruktur TI untuk merek-merek terkemuka yang tidak dapat mengambil risiko untuk operasi mission-critical mereka," kata Ravi Chalaka, Vice President Solutions Marketing Hitachi Data Systems.

"Soho VFX harus mengelola tantangan-tantangan yang sama yang dihadapi oleh banyak bisnis enterprise yaitu -- kehandalan, perlindungan data, kelincahan, dan efisiensi," lanjutnya.

Allan Magled, co-founder Soho VFX menambahkan, platform Hitachi NAS terus berkembang bersama mereka. Ini penting karena tuntutan kerja yang meningkat dan ketepatan waktu.

"Sesuatu yang terus berubah dan berkat teknologi Hitachi Data Systems, kami dapat mengatasinya setiap waktu," pungkasnya, dalam keterangan tertulis. Sumber

14 Januari 2013

Tahun 2013 Eranya Ponsel Jumbo

Samsung Galaxy Note II: Contoh Phablet (cnet.com)
Anda pernah mendengar istilah phablet sobat? Yups, phablet adalah istilah yang digunakan untuk menyebut ponsel berukuran jumbo. Awalnya ponsel berukuran jumbo ini sempat diremekan keadirannya. Namun ternyata animo pasar untuk ponsel berukuran jumbo ini cukup besar. Bahkan produsen phablet memprediksi tahun 2013 adalah eranya phablet.

Neil Mawston, Executive Director Strategy Analytics, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/1/2013) mengatakan bahwa tahun 2013 adalah era untuk phablet.

Kesuksesan phablet dimotori oleh Samsung Galaxy Note. Versi keduanya, Galaxy Note II, terjual 5 juta unit hanya dalam dua bulan pemasarannya.

Sekarang, beberapa vendor pun seakan berlomba merilis ponsel jumbo. Seperti Huawei yang sudah memperkenalkan Ascend Mate, phablet berukuran 6,1 inch.

Juga Sony, HTC. Lenovo dan ZTE telah meluncurkan handset seukuran 5 inch atau lebih. Sepertinya, mereka ingin turut menangguk untung di segmen phablet.

Menurut prediksi Barclays, pasar untuk phablet akan meningkat empat kali lipat menjadi USD 135 miliar dalam tiga tahun ke depan. Pengapalan ponsel dengan layar 5 inch atau lebih itu, diproyeksi akan berjumlah 228 juta unit dalam periode yang sama.

Sejatinya, phablet pertama boleh dibilang adalah Dell Streak, namun tidak sukses. Sebab kala itu, Streak masih dinilai sebagai perangkat yang aneh.

"Streak diluncurkan pada saat smartphone 3 inch menjadi standar dan lompatan ke 5 inch terlalu jauh. Sedang Galaxy Note dirilis ketika ponsel 4 inch sudah umum dan lompatan ke 5 inch tak terlalu banyak," kata Mawston. Sumber

14 Desember 2012

Kini, Pendingin Hardware Hanya Seukuran Kartu Kredit

Sistem Pendingin DCJ (GE)
Jika selama ini Anda melihat pendingin untuk hardware, terutama untuk pendingin prosesor Anda berukuran relativ besar dan memakan tempat, maka kini Anda bisa menggantinya dengan pendingin yang lebih kecil. Baru-baru ini GE meluncurkan sistem pendingin berukuran ultra tipis yang hanya seukuran kartu kredit. Waw... tipis banget....

Sistem pendingin yang oleh GE dinamai DCJ (Dual Piezoelectric Cooling Jets) tersebut diklaim mampu meningkatkan proses pelepasan panas hingga 10 kali lebih cepat bila dibandingkan dengan sistem pendingin konvensional yang ada sekarang.

Yang diharapkan dari hadirnya pendingin yang ultra tipis ini adalah membawa perkembangan perangkat mobile seperti notebook maupun tablet untuk memiliki ukuran yang lebih langsing. Juga untuk PC, perangkat pendingin tidak memakan tempat yang terlalu besar di casing sehingga terlihat lebih rapi dan ringan.

Untuk ketersediaan perangkat pendingin ini di pasaran, terutama di Indonesia, kita tunggu saja info selanjutnya.

Info: detikInet

    Followers